Jurnal Pendidikan Aksara, Vol. 5, No. 1, 2022

Jurnal Pendidikan Aksara merupakan jurnal yang memuat artikel pendidikan hasil penelitian dan non-penelitian, khususnya bidang pembelajaran dan pendidikan yang berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), best practice, makalah, studi kasus, dan studi pembelajaran.

Jurnal ini terbit 4 (empat) kali dalam setahun pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.

Judul JurnalJurnal Pendidikan Aksara
EdisiVol. 5, No. 1, Januari – Maret 2022
BahasaBahasa Indonesia
Frekuensi Terbit3 Bulanan
PenerbitAksara Media
ISSN2620-3006

DAFTAR ISI

EMRAN ISKANDAR, S.Pd.
SMP Negeri 1 Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan teknik micro teaching dalam meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini dilakukan adalah penelitian tindakan yang dilakukan di sekolah (PTS). Penelitian direncanakans selama tiga siklus yang setiap siklusnya terdiri dari tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri I Bissapu Kab. Bantaeng pada Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan November sampai bulan Desember 2021. Subjek penelitian adalah guru–guru SMP Negeri I Bissapu Kab.Bantaeng, Peneliti adalah Kepala Sekolah SMPN 1 Bissapu, Peneliti dibantu oleh seorang guru mata pelajaran IPA sebagai observer. Hasil pengamatan berbagai aktivitas dan kemampuan guru untuk menerapkan pembelajaran pembelajaran Problem Based Learning (PBL). makin meningkat pada tiap siklusnya. Pada siklus I rata-rata mencapai 58,32%, pada siklus II mencapai 80,50%, dan pada siklus III mencapai 95,00%

Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), teknik micro teaching

NUR HAMIDAH, S.Pd.SD
SDN Tunggulwulung I, Kec. Pandaan, Kab. Pasuruan, Jawa Timur

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru dengan cara mengefektifkan supervisi kelas berbasis klinis dengan melakukan pendekatan PIS (Persuasi, Identifikasi dan Solusi) di SD Negeri Tunggulwulung I Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian tindakan ini dilaksanakan di SDN Tunggulwulung I Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan, mulai bulan November s.d. Desember 2019. Adapun subjek penelitian adalah guru yang mengajar di SD Negeri Tunggulwulung I Kabupaten Pasuruan Tahun Pelajaran 2019/2020. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Pelaksanaan supervisi kelas berbasis klinis dengan pendekatan PIS (Persuasi, Identifikasi dan Solusi) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran guru di SD Negeri Tunggulwulung I Kabupaten Pasuruan Tahun Pelajaran 2019/2020. Skor penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran meningkat 27.9% dari siklus I dengan rata-rata 3.4 menjadi rata-rata 4.4 pada siklus II, adapun skor hasil penilaian pelaksanaan pembelajaran meningkat 16.8% dari siklus I dengan rata-rata 3.7 menjadi rata-rata 4.3 pada siklus II; dan (2) Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan supervisi kelas berbasis klinis dengan pendekatan PIS (Persuasi, Identifikasi dan Solusi) di SD Negeri Tunggulwulung I adalah: (a) Tidak semua guru siap untuk disupervisi klinis, dan (b) Karena adanya berbagai macam kegiatan kepala sekolah maka pelaksanaan supervisi klinis hanya dapat dilaksanakan pada waktu tertentu.

Kata kunci: kompetensi guru, supervisi klinis, PIS

AHMAD TOHA, S.Pd.
SMP Negeri 1 Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

Abstrak: Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis procedure text siswa kelas IX-H SMP Negeri 1 Sukodono, Sidoarjo dengan menerapkan model pembelajaran round table; dan (2) Mendeskripsikan prestasi belajar siswa kelas IX-H SMP Negeri 1 Sukodono, Sidoarjo dalam menulis procedure text dengan menerapkan model pembelajaran round table. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan Tindakan, (3) observasi dan evaluasi; dan (4) refleksi. Dari hasil analisis data diketahui bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Nilai rata-rata siswa sebelum tindakan sebesar 66,43 dan ketuntasan belajar klasikal 34,29% (12 siswa). Kemudian meningkat setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai rata-rata siswa 72,71 dan ketuntasan belajar klasikal 65,71% (23 siswa); nilai rata-rata pada siklus II 78 dan ketuntasan belajar klasikal 85,7% (30 siswa).

Kata Kunci: procedure text, model pembelajaran round table

YOYOK CAHYONO, S.Pd., M.Pd.
SMP Negeri 2 Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran PAIKEM dan bermedia tayangan slide dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi proklamasi kemerdekaan pada siswa IX A SMP Negeri 2 Gondang tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran PAIKEM hasil pembelajaran terjadi peningkatan dari kondisi awal, nilai rata-rata mencapai 64,48 dengan siswa yang mencapai KKM 10 siswa atau 31% menjadi 20 siswa atau 62%. Hasil belajar siklus 2 terjadi peningkatan dari siklus 1, dalam siklus 1 siswa yang mendapat nilai mencapai KKM ada 20 atau 62% dan dalam siklus 2 yang mendapat nilai di atas KKM mencapai 31 atau 88% dengan nilaia rata-rata 76,2. Proses Pembelajaran, dari kondisi awal ke kondisi akhir terdapat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dari 10 siswa menjadi 27 siswa atau dari 31% manjadi 84%.

Kata kunci: PAIKEM, media tayangan slide, proklamasi kemerdekaan

RIKA YUNIASARI, S.Pd.
MTs Negeri 2 Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perenarapan pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together dalam meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas VII A Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan kegiatan, pelaksanaan kegiatan/pengamatan, refleksi dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII A Semester Ganjil Tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 30 siswa. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (26.67%), siklus II (63.33%), siklus III (90%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa kelas VII A semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020 serta model pembelajarasn ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Kewarganegaran.

Kata kunci: model Numbered Head Together, hasil belajar PKn

ARI SUGIARTI, S.S.
SMP Negeri 1 Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

Abstrak: Paparan ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa lisan atau tuliasan seseorang bisa dikatakan mencerminkan kepribadian orang. Sebagai anggota masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur budaya bangsa, seharusnya bisa mengontrol diri. Contohnya melalui tutur kata. Ajining diri saka lathi, mulutmu adalah harimaumu, atau peribahasa lidah lebih tajam dari sebilah pedang, sebenarnya adalah rambu-rambu bagi kita semua agar berhati-hati dalam berkata-kata. Tidak hanya kata-kata yang dilisankan, tetapi juga kata-kata yang kita tuliskan. Begitu banyaknya tulisan kurang pantas yang djumpai, menunjukkan bahwa ada sebagian masyarakat yang belum menyadari pentingnya nilai-nilai kesantunan. Bagi masyarakat yang masih peduli dapat mengubah tulisan-tulisan yang tidak mendidik menjadi tulisan postif yang membawa visi dan misi kehidupan menjadi lebih baik. Banyak slogan, ungkapan, ataupun kata-kata tentang inspirasi kehidupan yang dapat kita contoh untuk menarik perhatian orang lain. Bahkan, kalimat/tulisan itu nantinya dapat membawa manfaat bagi diri kita sendiri maupun orang lain yang membacanya agar hidup menjadi lebih baik dan terarah. Berbagai petuah, imbauan, ajakan, pesan moral, dapat dijadikan inspirasi dalam tulisan-tulisan yang kita publikasikan di masyarakat. Baik itu tulisan di alat transportasi, nama kuliner, tulisan di kaos, dan sebagainya.

Kata kunci: anak Indonesia, lebih santun, dengan bahasa

DIAN INDRASWARI, M.Pd.I.
SMK Negeri 1 Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk (1) mengetahui pengetahuan siswa tentang masalah seksualitas, (2) mengetahui kecenderungan perilaku seksualitas siswa di SMK Negeri 1 Magetan, (3) mengetahui usaha-usaha apa yang dilakukan sekolah dalam mencegahterjadinya penyimpangan perilaku seksual siswa. Masa remaja atau adolesen dilihat dari ilmu perkembangan adalah (1) suatu masa dimana individu untuk tumbuh menjadi ”suatu” menggali serta memahami arti dan makna dari segala sesuatu yang ada (2) suatu masa dimana individu sedang berjuang menyesuaikan diri dengan peraturan orang dewasa, sedang dia sendiri baru saja melewati masa kanak-kanak.Pada periode ini remaja mengadakan penyesuaian sosial. Mereka mulai suka dengan hidup berkelompok dan mulai timbul minat terhadap lawan jenis. Dalam bidang seksualitas dalam masa ini terjadi perubahan-perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat tingkah laku seksualitas (libido seksualitas) remaja. Peningkatan hasrat ini mem- butuhkan penyaluran dalam bentuk tingkah laku seksualitas tetentu. Sedang hasrat tersebut tidak dapat tersalurkan dengan cepat karena adanya aturan-aturan tertentu, baik dari agama maupun masyarakat yang melarang adanya pergaulan bebas, adanya pembatasan umur dalam undang-undang tentang perkawinan. Penanggulangan masalah impuls seksual yang menyimpang tersebut nampaknya akan lebih efektif bila lewat pendidikan seks (sex education) yang proporsional dan bertanggung jawab, yaitu pendidikan seks yang melihat persoalan-persoalan seksual yang dilihat dari beberapa aspek, yaitu; aspek biologi, aspek sosial, aspek etis dan normatif. Pendidikan seks yang dipandang sebagai instrumen pendidikan yang bisa membimbing anak menjadi “ manusia dewasa “ dalam arti yang sebenarnya dan mengerti benar tentang arti dan fungsi kehidupan seks, sehingga dapat menjadi tuntunan dan mempergunakan dengan baik selama hidupnya.

Kata kunci: penyimpangan perilaku seks, dan penanggulangannya

PARNO, S.Pd.
SDN Krowe 5, Kec. Lembeyan, Kab. Magetan, Jawa Timur

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Gallery Walk dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan pokok bahasan perkembangbiakan tumbuhan pada siswa kelas VI SDN Krowe 5 Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan Tahun Ajaran 2021/2022. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Krowe 5. Objek dalam penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran galery walk untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yakni siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, dokumentasi, dan tes. Indikator keberhasilan yang ditentukan yakni 75. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama proses pembelajaran pada saat studi pendahuluan, siklus I dan siklus II dinyatakan bahwa : saat dilakukan studi pendahuluan kemampuan siswa yang mencapai ketuntasan klasikal adalah 38,46%. Pada saat dilakukan pertemuan tindakan pada siklus I, siswa yang mencapai ketuntasan sebesar 61,54%. Pada saat dilakukan pertemuan tindakan pada siklus II, ketuntasan siswa mencapai 84,61%. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian berhasil memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh peneliti sebesar 75%.

Kata kunci: model pembelajaran Gallery Walk, perkembangbiakan tumbuhan

SITI KHONIPAH, S.Pd.
SMP Negeri 1 Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

Abstrak: Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran IPA materi pokok ”Indera Penglihatan dan Alat Optik” dengan menerapkan model pembelajaran guided discovery pada siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Sukodono, Sidoarjo; (2) Mendeskripsikan prestasi belajar IPA materi pokok ”Indera Penglihatan dan Alat Optik” siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Sukodono, Sidoarjo setelah menerapkan model pembelajaran guided discovery. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu: (1) perencanaan; (2) tindakan (3) observasi; dan (4) refleksi. Dari hasil analisis data diketahui bahwa prestasi belajar siswa setiap siklusnya mengalami peningkatan. Pada tahap pratindakan, nilai tertinggi tes hasil belajar siswa sebesar 85 dan nilai terendah 50, nilai rata-rata siswa 69,83 dan ketuntasan belajar siswa sebesar 45,71% (16 siswa). Nilai tertinggi tes hasil belajar siswa pada tindakan siklus I sebesar 90 dan nilai terendah 58, nilai rata-rata siswa 76,66 dan ketuntasan belajar siswa sebesar 74,29% (26 siswa). Nilai tertinggi tes hasil belajar siswa pada tindakan siklus II sebesar 95 dan nilai terendah 63, nilai rata-rata siswa 80,57 dan ketuntasan belajar siswa sebesar 91,43% (32 siswa).

Kata Kunci: indera penglihatan dan alat optik, model pembelajaran guided discovery

Drs. SUDJIANTO, M.M.
SMK Negeri 1 Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur

Abstrak: Siswa kelas XII AKL-3 SMKN 1 Magetan menganggap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pelajaran yang tidak begitu penting. Semangat belajar siswa pun menurun. Banyak siswa yang terlihat mengantuk ketika guru menjelaskan materi di depan kelas. Hal itu disebabkan karena guru terlalu mendominasi kelas tanpa ada hubungan timbal balik yang sepadan. Siswa menjadi tidak aktif dalam proses belajar mengajar di kelas. Hal tersebut berpengaruh pada prestasi belajar siswa di mana hanya ada 19 orang siswa dari 34 siswa yang mampu tuntas KKM. Peneliti melihat diperlukannya sebuah penelitian untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Peneliti memilih sebuah strategi pembelajaran Problem Based Intruduction. Strategi pembelajaran Problem Based Introduction merupakan strategi Strategi Problem Based Introduction adalah merupakan model pembelajaran yang menekankan masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa dan peran guru dalam menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Keberhasilan penelitian ini dapat dilihat dari peningkatan keaktifan belajar kategori A dan kategori B sebesar 75%. Total jumlah peningkatan nilai pada klasifikasi A (sangat baik) dan B (baik) pada siklus kedua adalah 79%. Hasil tersebut dikatakan berhasil karena sudah melebihi indikator keberhasilan penelitian sebesar 75%. Keberhasilan penelitian ini dapat dilihat dari peningkatan prestasi belajar siswa hingga 75% dengan nilai KKM minimal 82. Hasil peningkatan dapat terlihat dari data sebagai berikut: prasiklus 55,9%; siklus pertama 64,7%; siklus kedua 85,3%. Hasil tersebut dikatakan berhasil karena sudah melebihi indikator keberhasilan penelitian sebesar 75%.

Kata kunci: Keaktifan, Prestasi belajar, PKn, Problem Based Introduction.

SUTAJI, S.Pd.
MTs Negeri 3 Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa untuk menyusun teks procedure menggunakan model pembelajaran make a match pada siswa kelas IX A4 MTs Negeri 3 Trenggalek Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian membuktikan bahwa rata-rata nilai siswa pada siklus pertama 64,20 meningkat pada siklus ke 2 menjadi 86,59. Penggunaan Model Pembelajaran make a match dan media pembelajaran video dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan peningkatan persentase keaktifan siswa pada siklus pertama sebesar 27,27% dan pada siklus kedua menjadi 81,82%. Akhirnya penulis menyimpulkan berdasarkan penjelasan pada pembahasan diatas bahwa tujuan penelitian yang telah dilaksanakan mengalami keberhasilan. Dengan kata lain, implementasi tindakan pembelajaran melalui model pembelajaran make a match dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berbentuk prosedur dan meningkatkan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran.

Kata kunci: teks procedure, model pembelajaran make a match

WIWIK PURWANINGSIH, S.Pd
SD Negeri Setren, Kec. Bendo, Kab. Magetan, Jawa Timur

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk menerapkan model pembelajaran lompat kanguru dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh pada siswa kelas V SD Negeri Setren tahun Pelajaran 2020/2021. Lompat jauh melalui media lompat kanguru “longu” merupakan salah satu alternatif pembelajaran lompat jauh di Sekolah Dasar. Namun kenyataannya dalam proses pembelajaran belum terlaksana secara optimal, metode yang digunakan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian yang menggunakan 2 siklus dan 4 pertemuan menunjukan di siklus I nilai rata-rata akhir kelas 71,9 dengan nilai persentase ketuntasan 76% nilainya masih kurang memuaskan. Maka dilanjutkan di siklus II nilai rata-rata akhir kelas 75,04 dengan nilai persentase 95,2% nilai yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data pengamatan dilapangan dan kuesioner yang diperoleh dari evaluasi.

Kata Kunci: lompat jauh, model pembelajaran lompat kanguru

Klik tanda pada bagian pojok kanan atas berkas (file) pdf untuk membuka tampilan penuh (fullscreen).

Anda hanya memiliki akses untuk melihat atau membaca jurnal saja. Akses untuk mencetak (print), mengunduh (download), dan salin-tempel (copy-paste) telah dibatasi.

Bagi Anda yang ingin mengunduh file jurnal secara utuh (lengkap) yang dapat digunakan sebagai referensi Anda, silahkan klik tautan berikut.

Bagi Anda yang berminat agar artikel, karya ilmiah, atau PTK Anda dimuat di jurnal kami, silahkan klik tautan berikut.

Tinggalkan komentar